Kapitalisasi Nilai Aset Tetap dari Belanja Pemeliharaan

Terkait dengan adanya sejumlah pertanyaan mengenai perlakuan Kapitalisasi Nilai Aset yang berasal dari Belanja Pemeliharaan baik melalui media surat maupun konsultasi langsung. Pada kesempatan ini kami akan menyampaikan beberapa hal terkait dengan Kapitalisasi dimaksud.

  1. Berdasarkan Lampiran VII Peraturan Menteri Keuangan nomor 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan BMN bahwa Nilai Satuan Minimum Kapitalisasi Aset Tetapadalah pengeluaran pengadaan baru dan penambahan nilai aset tetap dari hasil pengembangan, reklasifikasi, renovasi, dan restorasi, meliputi :
    • pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin, dan alat olah raga yang sama dengan atau lebih dari Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah); dan
    • pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang sama dengan atau lebih dari Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
  2. Lampiran II.08 Peraturan Pemerintah RI Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Pernyataan No. 07 tentang Akuntansi Aset Tetap paragraf 50 disebutkan bahwa pengeluaran yang dapat di kapitalisasi merupakan  “Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada nilai tercatat aset yang bersangkutan”
  3. Berdasarkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan nomor PER-33/PB/2008 tentang Pedoman Penggunaan Akun Pendapatan, Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal pada Lampiran I huruf E angka 4 disebutkan bahwa “Belanja Pemeliharaan yang dikeluarkan setelah perolehan aset tetap yang menambah dan memperpanjang masa manfaat dan/atau kemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja harus dikapitalisasi ke dalam Belanja Modal dan masuk ke dalam laporan keuangan sebagai penambahan nilai aset tetap dan diberikan penjalasan di dalam Catatan atas Laporan Keuangan;

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dasar untuk dapat dikapitalisasi tidak hanya di lihat dari jenis belanja yang digunakan melainkan dari jenis pekerjaan dan nilai yang dibelanjakan, dengan kata lain suatu belanja pemeliharaan dapat dikapitalisasi jika:

  1. Pengeluaran tersebut rnengakibatkan bertambahnya masa manfaat, kapasitas, kualitas, dan volume aset yang telah dimiliki;
  2. Pengeluaran tersebut memenuhi batasan minimum nilai kapitalisasi aset tetap/aset lainnya.

Peraturan Terkait Kapitalisasi:
1. Lampiran VII PMK 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan BMN
2. PerDirjen Perbendaharaan No. PER-33/PB/2008

Perihal bmnsemarang
One Team, One Spirit, One Goal....

32 Responses to Kapitalisasi Nilai Aset Tetap dari Belanja Pemeliharaan

  1. kharisma mengatakan:

    Assalammualaikm wrwb,
    Admin Yth.
    Terkait dg tulisan diatas, sy menanyakan, kalau ada pembelian kursi kayu senilai Rp. 250.000.-
    Apakah dimasukkan belanja modal?Terima kasih

    bmnsemarang
    Yth. Karisma

    Perlu diperhatikan untuk meja/kursi, secara fisik maka dikategorikan aset tetap (lebih dari 12 bulan). Jika belanja/pembelian menggunakan akun belanja modal (53) maka adalah WAJIB dicatat ke dalam aplikasi SIMAK menambah aset, namun karane nilai-nya dibawah kapitalisasi otomatis aset tersebut tidak disajikan pada Neraca BMN melainkan akan otomatis dicatat dalam daftar BMN ekstrakomtable.

    • Yenny Evi mengatakan:

      tolong ditegaskan, jika merencanakan pembelian kursi kayu @Rp 250.000, apakah penganggarannnya menggunakan belanja Barang (52) atau Belanja Modal (53) ?

      bmnsemarang
      Yth. Yenny Evi

      Kursi kayu masuk dalam kategori Aset Tetap (karena umur manfaat lebih dari 1 tahun), sehingga sebaiknya untuk perencanaan penganggaran dapat menggunakan akun 53 (belanja modal)

  2. ujang nandang mengatakan:

    Apakah kapitalisasi aset tetap ini berlaku juga untuk barang yang diperoleh dari dana APBD

    bmnsemarang
    Yth. Ujang Nandang

    Kapitalisasi Aset di atur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 Pedoman Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, sehingga semua belanja baik dari APBN maupun APBD tetap mengatur adanya Kapitalisasi. Namun dalam penerapannya untuk Pemerintah Pusat (APBN) mengacu pada Lampiran VII PMK 120/PMK.06/2007. Sedangkan untuk Pemerintah Daerah (APBD) besaran nilai kapitalisasi biasanya diatur oleh masing2 daerah mengacu pada Peraturan Gubernur setempat.

  3. khairil anwar mengatakan:

    untuk pemeliharaan gedung ada kegiatan pengecatan gedung kantor senilai 12 juta apakah juga termasuk dalam kapitalisasi aset,….? mohon penjelasannya. terima kasih

    bmnsemarang
    Yth. Khairul Anwar

    Pekerjaan Pengecatan tidak menambah volume/kuantitas maupun menambah masa manfaat, hanya pemeliharaan biasa sehingga meskipun nilainya di atas 10 juta tidak perlu dikapitalisasi.

    • Aba mengatakan:

      Kenapa tidak perlu kapitalisasi? padahal dengan diadkannya pengecatan gedung itu, nilai atau manfaat ekonomis gedung itu akan bertambah lho pak.

      bmnsemarang
      Yth. Aba

      Biaya Pengecatan merupakan kegiatan pemeliharaan rutin yang tidak menunjukan adanya suatu peningkatan mutu/kualitas/kapasitas atas aset yang bersangkutan. Yang dimaksud dari manfaat ekonomik di masa yang akan datang yaitu dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan kinerja. Untuk lebih jelas silakan baca Bultek 09 tentang Akuntasi Aset Tetap halaman 40. (lihat disini)

  4. purwadi, ssit mengatakan:

    kalau membuat tempat genset baru dgmenggunakan dana pemeliharaan apakah masuk kapitalisasi aset.

    bmnsemarang
    Yth. Purwadi

    Tidak dibenarkan belanja pemeliharaan (523111) untuk membuat/mengadakan aset baru. Mestinya terlebih dahulu dilakukan revisi Anggaran ke Belanja Modal (melalui Eselon 1). Sepanjang memenuhi syarat kapitalisasi maka dapat diperlakukan untuk menambah aset

  5. M. Supian Noor mengatakan:

    Pengadaan Teralis gedung kantor, apakah dikapitalisasi ke gedung kantor tsb atau tersendiri sebagai belanja modal dan teralisnya tercatat terpisah atau di catat pada KIB B. terimakasih

    bmnsemarang
    Yth. M. Supian Noor

    Jika yang digunakan adalah belanja modal (akun 53) maka harus membentuk/menambah BMN, sebaiknya menambah nilai Bangunan, tidak berdiri sendiri.

    • Eriana mengatakan:

      Yth. Admin

      Jika sudah terlanjur diinput dlm simak bmn teralis sendiri dan tidak menambah nilai bangunan bgm pak?apakah harus direklas keluar atau dibiarkan saja?
      terimaksih

      bmnsemarang
      Yth. Eriana

      Teralis pada prinsipnya melekat pada bangunan, sihingga menurut hemat kami lakukan Koreksi Pencatatan (305) untuk teralis, dan lakukan Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas (204) dengan nilai yang di input sebesar total dari (nilai bangunan + nilai teralis)

  6. Sulistiyowati mengatakan:

    untuk pembelian bunga hias ( bunga mati) seharga Rp.800.000,- apakah masuk kategori belanja modal? apakah bukan masuk belanja barang kategori keperluan pokok/kantor?

    bmnsemarang
    Yth. Sulistiyowati

    Perhatikan akun belanja yang di gunakan, belanja barang (52) atau belanja modal (53).

  7. Wawan Sulistiyono mengatakan:

    ASSLM…pak mau tanya.kalau ada pemeliharaan gedung dan bangunan menggunakan Mak 52 dan ada yang perlu dikapitalisasi ke BMN senilai 16 juta,bagaimakah penginputan ke SIMAK BMN.TERIMA KASIH.

    bmnsemarang
    Yth. Wawan Sulistiyono

    Rekam melalui pengembangan langsung (jika diinput di periode yang sama), isi No SP2D dng nilai nihil.

    • Wawan Sulistiyono mengatakan:

      baik pak.jika kolom No SP2D dikosongkan,untuk KOLOM tgl SP2D,kolom Jn Belanja, kolom nilai SPM apakah juga di kosongkan pak…???
      NB.(Nilai rupiah SPM Rp. 94 jt.nilai yg dapat dikapitalisasi sebesar Rp. 16 jt)

      bmnsemarang
      Yth. Wawan Sulistiyono

      Yang kami maksudkan adalaha, seluruh informasi SP2D diisi lengkap baik nomor, tanggal dan MAK-nya, untuk nilai disi NOL (0).

  8. rosa mengatakan:

    slmat pagi..mw tanya pak..dalam pelaksanaan pemeliharaan gedung dan halaman kantor ada beberapa kegiatan, yaitu pengecatan,perbaikan,pembuatan,dan pemindahan..dari beberapa kegiatan tersebut mana yang dapat dikapitalisasi jika secara nominal telah memnuhi syarat minimum kapitalisasi aset..

    bmnsemarang
    Yth. Rosa

    Perhatikan jenis pekerjaan mana yang masuk kategori menambah volume, kapasitas atau manfaat ekonomi-nya.

  9. Latif mengatakan:

    Mohon pencerahannya pak….tahun depan kami merencanakan penataan ruangan dengan akun belanja modal, sementara gedungnya milik satker lain. Karena selanjutnya akan diserah terimakan ke satker pemilik gedung tersebut, akun belanja modal apa yg lebih tepat dlm RKAKL? apakah belanja modal penambahan nilai gedung dan bangunan atau belanja modal lainnya?….terima kasih atas penjelasannya.

    bmnsemarang
    Yth. Latif

    Terkait dengan renovasi/rehabilitasi/restorasi bangunan yang bukan milik Satker maka atas pencatatan tersebut dilakukan melalui ATR (aset tetap dalam renovasi) berupa Gedung dan Bangunan dalam Renovasi (6070301001):
    1. Jika menambah masa manfaat maka bisa melalui “Transaksi BMN-Perolehan ATR [Menambah Masa Manfaat]”
    2. Jika tidak menambah masa manfaat bisa melalui “Transaksi BMN-Penyelesaian Pembangunan-Pengembangan Langsung”

  10. Darlin Maretha mengatakan:

    Kapitalisasi aset itu apa? dan bagaimana cara meng-kapitalisasi aset?……maaf sy petugas baru dan belum mengerti

    bmnsemarang
    Yth. Darling Maretha

    Berdasarkan PP 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah menyebutkan bahwa Kapitalisasi merupakan “Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja”
    Besaran nilai yg harus dikapitalisasi merujuk pada Lampiran VII PMK No. 120/PMK.06/2007

  11. ramlah mengatakan:

    pk sy mau nanya untuk pemeliharaan gedung apa saja yang dapat dikerjakan selain pengecatan? apakah boleh pemasangan skat ruang yg terbuat dari aluminium kaca dan triplek?

    bmnsemarang
    Yth. Ramlah

    Perlu diperhatikan apakah pemeliharaan yang dimaksud rutin atau bukan, untuk pemeliharaan rutin seperti pengecatan dan penggantian menggunakan akun 52, sedangkan pemeliharaan yang sifatnya penambahan/pemasangan sekat dsb dpt dimasukan ke akun 53 dan dapat menambah nilai gedung.

  12. rio mengatakan:

    Salam kenal. Mohon pencerahannya pak. Untuk pemeliharaan peralatan dan mesin (523121), misal pemeliharaan proyektor yang umur lampu nya sudah habis dan perlu di replace dengan yang baru seharga lebih dari 300rb, lalu servis/mengganti mainboard proyektor dengan harga lebih dari 300rb, mengganti chipset pada mainboard leptop seharga lebih dari 300rb, bagaimana proses nya yang benar. Apakah harus revisi akun ke 53 terlebih dahulu, atau bagaimana?
    Trims atas pencerahannya nantinya ya pak.

    Salam.

    bmnsemarang
    Yth. Rio

    Jika penggantian hanya untuk mempertahankan kapasitas (tidak menambah), tidak masuk dalam syarat kapitalisasi. Syarat kapitalisasi harus terpenuhi 3 kondisi yaitu nilai, menambah manfaat dan menambah kapasitas/volume.

  13. Sartono Dlg mengatakan:

    Masalah apa yg akan dimuat pd aplikasi SIMAN dan kapan rencana lounchingnya

    bmnsemarang
    Yth. Sartono

    Untuk lounching aplikasi SIMAN sampai saat ini belum ada petunjuk resmi dari Kantor Pusat DJKN, jadi untuk pengguna barang bersifat pengenalan. Pada akhir tahun 2014 sampai awal tahun 2015 fitur yang dilounching baru Modul Wasdal dan Master Aset. Untuk mencoba silakan kunjungi website SIMAN di http://www.djkn.depkeu.go.id/websiman

  14. majdy mengatakan:

    pak, kami ingin beli mesin air untuk kebutuhan air di kantor seharga Rp1.250.000,-. pembeliannya diambil dana dari akun 52 pemeliharaan gedung? apa kaha bisa?
    dan apa peraturannya?

    bmnsemarang
    Yth. Mahdy Hafizuddin

    Tidak dibenarkan bahwa akun belanja barang digunakan untuk belanja aset tetap (mesin air masuk kategori aset tetap). Untuk itu, sebaiknya dikoordinasikan dengan KPPN Setempat terkait revisi jika diperbolehkan.

  15. Adisura mengatakan:

    Belanja Barang Pemeliharaan utk kendaraan kondisi rusak ringan senilai Rp 5,2 juta membiayai overhaul engine, apakah dikapitalisasi karena menambah usia pakai ?

    bmnsemarang
    Yth. Adisaru

    Untuk overhaul dapat dikapitalisasi.

  16. Arbain mengatakan:

    Bagaimana prosedur pengiputan di SIMAK-BMN untuk kapitalisasi penggantian atap selasar yg semula dari bahan plastik transparant/solarlite menjadi seng spandek yg nilai kontraknya 120 juta, tks atas penjelasannya. Arbain di Makassar.

    bmnsemarang
    Yth. Arbain

    Rekam melalui pengembangan langsung.

  17. Gie mengatakan:

    Salam hangat, mohon pencerahan juga….di satker kami ada akun belanja modal, apakah bisa di alihkan ke pekerjaan renovasi/penyekatan ruangan dimana pekerjaan tersebut nilainya dibawah 200 jt.
    salam,

    bmnsemarang
    Yth. Egi Agustian

    Silakan saja, selanjutnya dapat dikapitalisasi ke bangunan yang bersangkutan.

  18. Mulyadi Sidik mengatakan:

    selamat siang… pada satker PPKGBK terdapat aset gedung bangunan yang telah habis masa manfaatnya dan pada tahun 2014 terdapat pembelanjaan aset 537113 untuk pengembangan nilai aset sebesar Rp.65.000.000,- berapa tahun kah nilai kapitalisasi aset untuk gedng bangunan… trims

    bmnsemarang
    Yth. Mulyadi Sidik

    Terkait dengan menambah atau tidak suatu pengembangan maka perlu dilihat dari jenis pekerjaannya. Jika pekerjaan menyentuh struktur bangunan maka dapat dikategorikan menambah masa manfaat. Untuk perhitungan masa manfaat secara otomatis dilakukan oleh Aplikasi SIMAK BMN. Namun, jika ingin mengetahui perhitungan silakan baca lampiran KMK no. 94/KMK.06/2013 dan Lampiran II KMK no. 94/KMK.06/2013. Yaitu membandingkan antara realisasi belanja atas pengembangan nilai aset dibandingkan dengan nilai buku aset sampai dengan dilakukannya pengembangan nilai aset (nilai buku tersebut tidak termasuk nilai akumulasi penyusutan) kemudian lihat lampiran II tabel masa manfaat.

  19. Wawan Sulistiyono mengatakan:

    ASSLM…pak mau tanya..kalau di tempat kami ada bangunan Mess yang tercatat di BMN.karena mess sudah tidak dipakai maka kami fungsikan sebagai bangunan untuk ruang rapat kantor.apakah perlu perubahan di BMN karena fungsi bangunannya berubah.

    bmnsemarang
    Yth. Wawan Sulistiyono

    Alih fungsi cukup diajukan ke Kementerian/Lembaga yang bersangkutan ke Sekjen/Sestama. Setelah terbit SK alih fungsi maka dapat dilakukan perubahan pencatatan pada SIMAK BMN dengan melakukan reklasifikasi keluar untuk kode lama dan reklasifikasi masuk untuk kode barunya.

  20. Yth. Admin,

    Dalam suatu pemeliharaan gedung, ada 1 ruangan yang memiliki 3 pintu, kebetulan ke 3 pintu tersebut rusak/lapuk (ke 3 nya perlu diganti), harga satu pintu 6.000.000,- (harga 3 pintu = 18.000.000,-), akaun apakah untuk penggantian 3 buah pintu tersebut ? akun 52 atau 53 ?

    Atas perhatiannya, disampaikan terima kasih

    bmnsemarang
    Yth. Ahmad Sulaeman Rachmat

    Melihat jenis pekerjaan hanya bersifat penggantian yang tidak menambah kapasitas/volume maka dapat dilakukan dengan pemeliharaan rutin (52).

  21. musthofa mengatakan:

    Mohon pencerahan, di satker kami ada anggaran pemeliharaan tetapi sebagian sudah terlanjur digunakan untuk pembuatan tempat parkir dan gazebo besi ruang tunggu kunjungan ( untuk peningkatan pelayanan masyarakat ) bagaimana jalan keluarnya, apa harus revisi.

    bmnsemarang
    Yth. Musthofa

    Sebaiknya biaya pemeliharaan memang harus sesuai dengan perencanaan awal dan bersifat hanya mempertahankan fungsi saja. Jika pelaksanaannya berbeda yaitu pembuatan tempat parkir dan gazebo maka dapat dikatekogorikan menambah kapasitas/volume maka jika pekerjaan tersebut menghabiskan dana lebih dari 10 juta, hemat kami harus dikapitalisasi menambah aset tetap.

  22. putu atmaja mengatakan:

    mohon petunjuk, di satker kami ada belanja pemeliharaan gedung (52) dengan nilai 100 jt untuk pemelesteran teras dan tidak merubah bentuk gedung yersebut apakah termasuk kapitalisasi ?

    bmnsemarang
    Yth. Putu Atmaja

    Melihat jenis pekerjaan yang hanya bersifat mempertahankan fungsinya maka menurut hemat kami atas hasil pekerjaan dimaksud tidak dikapitalisasikan.

  23. vaaza mengatakan:

    kami punya akun 521111 utk belanja operasional perkantoran, jika belanja alat staples besar seharga 400 ribu sudah benar apa harus masuk akun 53 (belanja modal) mohon jawabannya

    bmnsemarang
    Yth. Vaaza

    Melihat jenis BMN merupakan kelompok aset tetap karena masa manfaat lebih dari 1 tahun dan nilai diatas kapitalisasi (300rb) maka sebaiknya belanja menggunakan akun 53211 (belanja modal).

  24. hanif mengatakan:

    mohon petunjuk, bagaimana jika sudah terlanjur belanja menggunakan akun 52 (karena kebijakan dan kebutuhan) yang seharusnya menggunakan akun 53 ?? apakah bisa di input ke simak dengan dikapitalisasikan..?? atau ada solusi lain. terima kasih.

    bmnsemarang
    Yth. Hanif

    Jika memenuhi syarat Aset Tetap maka harus direkam pada SIMAK BMN, karena sebagaimana diketahui BMN adalah seluruh barang yang dibeli dengan APBN atau perolehan lainnya yang syah.

  25. Fajar mengatakan:

    Di atas Sdr. Rio sudah menanyakan pemeliharaan proyektor, dan kebetulan di satker kami ada proyektor yang harus diganti prosesornya dan biayanya di atas 300rb. Pak admin menjawab bahwa syarat kapitalisasi harus terpenuhi 3 kondisi yaitu nilai, menambah manfaat dan menambah kapasitas/volume.
    Berarti penggantian prosesor proyektor dengan akun 52 tidak perlu dimasukkan ke SIMAK BMN pak? meskipun mungkin secara nilai dan menambah manfaat (tidak menambah kapasitas/volume) sudah termasuk nilai kapitalisasi?

    bmnsemarang
    Yth. Fajar

    Menurut hemat kami tidak perlu dikapitalisasi, karena penggantian sejatinya hanya mempertahankan fungsinya.

  26. Nugroho mengatakan:

    Kami memiliki alat hasil rekayasa yang dulunya berasal dari MAK 52 (Honor, SPPD, Bahan) dengan nilai total sekitar 70 juta dan TA 2014. Bagaimanakah cara nya melakukan kapitalisasi ke dalam SIMAK BMN mengingat asalnya dari MAK 52 dan dasar apakah yang digunakan untuk mencatatnya, apakah harus ada surat dari Kuasa Pengguna Barang??

    bmnsemarang
    Yth. Nugroho

    Jika alat dimaksud dpt diketegorikan sebagai Aset Tetap dan telah digunakan lebih dari 6 bulan, maka dapat di reklas dalam Aset Tetap dan direkam pada SIMAK BMN, sebaiknya dengan Surat dari KPB sebagai dokumen pendukung.

  27. Salam pak
    terkait kegiatan pemeliharaan bukan rutin (rehab ringan/sedang)
    yang syarat kapitalisasinya terpenuhi ketiga-tiganya.. bagaimana menentukan besarnya penambahan umur manfaatnya atas aset tersebut.. karena terkait penyusutan.. apakah ada kategori tertentu dalam menetapkan besarnya penambahan masa manfaat tersebut ..

    bmnsemarang
    Yth. Panji

    Aplikasi simak akan menghitung dengan sendirinya tambahan masa manfaat.

  28. mohon pencerahannya, kami punya kendaraan roda4 yang sudah rusak berat dan sudah diusulkan hapus ke pengelola tetapi persetujuan dari pusat belum ada kurang lebih sudah 2 thn, kemudian ada pejabat baru ditempat kami yang ingin merawat kendaraan tersebut, kemudian kendaraan tersebut sudah bisa di operasikan kembali, apakah dokumen kelangkapan untuk diubah barang rusak berat yang telah diusulkan penghapusannya kepengelola diubah ke barang baik dan akan dioperasikan kemabli dan apakah dikapitalisasi atau tidak.
    terima kasih sebelumnya.

    bmnsemarang
    Yth. Res. Soppeng

    Sejatinya untuk BMN yang telah kondisinya rusak berat maka terhadapnya dihentikan biaya pemeliharaan/renovasi/restorasi. Sebelum melakukan transaksi, cek terlebih dahulu di LBKP atau di daftar Laporan Kondisi, jika BMN masih ada cukup pembatalan penghentian dan perubahan kondisi menjadi baik. Jika BMN dimaksud tidak terdapat dalam LBKP/laporan kondisi (krn telah dipindah ke Barang RB yg diusulkan ke Pengelola) maka dapat direkam ulang melalui perolehan-pembatalan penghapusan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: