Penyelesaian Bongkaran BMN hasil Renovasi, Rehabilitasi, atau Restorasi

Berkenaan dengan penyelesaian permasalahan penanganan bongkaran sisa hasil Renovasi, Rehabilitasi, atau Restorasi. Direjen Kekayaan Negara telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE-4/KN/2012 tentang Petunjuk Penyelesaian Bongkaran BMN Karena Perbaikan (Renovasi, Rehabilitasi, atau Restorasi) yang bertujuan untuk memberi kepastian hukum dalam penyelesaian bongkaran BMN karena perbaikan serta untuk mengoptimalkan Penerimaan Negara.
Perbaikan dimaksud adalah perbaikan yang tidak mengakibatkan penghapusan BMN dari daftar barang. Bongkaran sisa perbaikan tersebut antara lain :
(1). Bongkaran gedung dan bangunan;
(2). Bongkran peralatan dan mesin;
(3). Bongkaran jalan, irigasi dan jaringan.

Mengingat perbaikan BMN tersebut tidak mengakibatkan penghapusan dari Daftar Barang Kuasa Pengguna/Pengguna maupun Daftar BMN, maka penjualan bongkaran BMN tidak memerlukan persetujuan penghapusan BMN dari Pengelola Barang.

Permohonan Persetujuan Penjualan bongkaran tersebut diajukan ke KPKNL dengan kelengkapan berkas sbb:

  • Surat Permohonan beserta alasan pengajuan permohonan persetujuan penjualan;
  • fotokopi dokumen penganggaran (antara lain DIPA) kegiatan renovasi, rehabilitasim dan restorasi terkait;
  • surat penunjukan tim untuk menilai bongkaran BMN;
  • laporan penilaian bongkaran;
  • surat penetapan nilai bongkaran BMN.

Setelah mendapatkan persetujuan penjulan, Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang mengajukan permohonan lelang kepada KPKNL dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:

  • salinan/fotokopi keputusan penunjukan pejabat penjual dari Pengguna Barang/Kuasa Pengguna Barang;
  • daftar barang yang akan di lelang;
  • dokumen yang memuat persyaratan lelang tambahan;
  • salinan/fotokopi keputusan tentang pembentukan panitia penjualan lelang; dan
  • fotokopi persetujuan penjualan dari Pengelola Barang.

Jika dalam perbaikan tersebut tidak terdapat sisa bongkaran, maka Pengguna Barang/Kuasan Pengguna Barang membuat pernyataan bahwa tidak terdapat bongkaran BMN akibat kegiatan perbaikan dan menyampaikannya kepada Kepala KPKNL setempat.

Untuk lebih jelas, silakan unduh peraturan tersebut di sini

Perihal bmnsemarang
One Team, One Spirit, One Goal....

2 Responses to Penyelesaian Bongkaran BMN hasil Renovasi, Rehabilitasi, atau Restorasi

  1. Trisno mengatakan:

    Mohon penjelasan bedanya pejabat penjual dengan panitia penjualan lelang yang menjadi syarat pengajuan permohonan lelang (terkait tugas dan kewajibannya). Kemudian mohon info bagaimana proses lelangnya terkait bongkaran BMN tersebut. Terima kasih

    bmnsemarang
    Yth. Trisno

    Pejabat penjual di tunjuk dari salah satu Panitia lelang, pada SK Panitia menunjuk siapa yg ditetpkan sebagai Pejabat Penjual, krn dalam aturan lelang harus ada Pejabat Penjual yg di tunjuk.

  2. ida mengatakan:

    ada contoh dokumen untuk persyaratan penjualan sisa hasil bongkarannya gak? kalau ada apakah saya bisa minta copyannya? trimakasih.

    bmnsemarang
    Yth. Ida

    Silakan hubungi KPKNL terdekat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: